Breaking News

Home » , » Sebuah Cerpen | Ai

Sebuah Cerpen | Ai

Written By Unknown on 25 Sep 2013 | 07.24

Takengon | 03 Oktober  2005

Cerpen
Kurasakan ada  bayangan mengejar dibelakangku, diantara ratusan siswa berseragam biru, saat aku melangkah gontai sekitar 100 meter dari gerbang SMK Negeri 1 Takengon. Aku kelas II dan kau kelas I. Bayanganmu tetap sama hingga kini, seragam putih abu-abu, yang kalau diperhatikan dari ukurannya tidak akan pernah pas untuk ukuran tubuh mungil itu.

Sejak hari itu semua terlihat berbeda, setidaknya dari mataku.
Semua terasa berubah, kalaupun tidak bagi orang lain, jelas terasa berbeda bagiku.
Hari-hariku terasa lebih berwarna. Setiap siang sepulang sekolah aku menjemputmu didepan kelas, atau kau atau aku akan menunggu didepan gerbang sekolah.
Kita tahu semua orang, oh tidak. Sebagian orang lain juga mengalami hal itu, tetapi ini hanya antara kita berdua, tidak ada orang lain.

Ingatkah dirimu setiap sore setelah mengantarmu naik labi-labi diterminal Baleatu aku selalu merasa harus mengirim selembar sms mengingatkanmu untuk makan dan mandi, hal yang konyol untuk diingat atau diketahui oleh orang lain. Tetapi yang lebih konyol menurutku adalah aku menghafal nomer handphone-mu untuk bisa meminjam handphone siapa saja yang kukenal untuk melakukan hal konyol tersebut.

Satu hal lagi yang cukup aneh untuk dilakukan menurutku, saat kau kirim kabar ke-handphone salah seorang temanku bahwa kau mengganti nomer handphonemu. Aku takut tidak bisa menghafalnya dan aku tuliskan disisi lipatan dalam baju seragam olahraga warna biru langit itu. Sekian tahun kemudian aku temukan dilemari dan ternyata nomer itu masih disana, masih bisa terbaca walaupun sedikit memudar. Entah dimana seragam itu sekarang, sebuah penyesalan karena kehilangannya.
***

05 Mei 2006

Aku ingatkan diriku setiap hari untuk selalu mengingat hari ini, bukan tanggalnya, tetapi harinya. Adalah hari pertama ulang tahunmu setelah kita pacaran. Adalah hari dimana aku serahkan sebuah boneka beruang biru kecil untukmu, yang kubeli dari toko mainan bermerek serba 6000, tetapi harganya seingatku 15 ribu. Beruang kecil yang manis yang kuharap akan kau peluk saat tidurmu, ditambah sebuah pin kecil bergambar Taurus, harganya 5x lebih murah dari beruang itu. Masihkah kau menyimpannya…

Kau dan aku tahu bahwa aku menganggapmu tetaplah seorang anak kecil walaupun saat itu kau telah duduk dikelas II, itu terjadi secara naluriah menurutku. Semua itu mungkin karena sikapmu yang begitu manja, cara bicara yang menurutku membuatmu lebih pantas duduk dikelas I SMP. Tetapi hal-hal kecil itulah yang tidak pernah terhapuskan dari ingatanku hingga saat ini.

Hal lain yang tidak pernah terlupakan menurutku, dua tahun lebih kita jalani hubungan pacaran. Aku cuma sempat memegang tangan dan memelukmu beberapa kali, satu dari pelukan itupun hanya kulakukan dipinggir danau saat libur semester. Hal yang terkadang menjadi sebuah penyesalan, tetapi terkadang malah membuatku merasa terhormat karena bisa menjagamu dari nafsu dan segala sesuatu tentangnya.

Kau tahu kita bukan tidak punya kesempatan melakukan lebih dari yang bisa kita lakukan saat itu, karena kita sering bersama dimana terkadang kau larut sendiri dalam pelukanku tanpa hiraukan kita sedang berada dimana, dengan siapa saja dan dalam suasana apa…

Kau juga bukan tidak pernah menengadahkan wajah mendekatkan bibirmu ke bibirku, bukan tidak pernah ! Tetapi yang kuingat saat itu adalah aku memelukmu untuk melindungimu, dan walaupun pernah terlintas untuk melakukan lebih tetapi pikiran-pikiran semacam itu berlalu begitu saja.

Sekian bulan setelah itu aku memikirkan sedikit jawaban kenapa kita tidak melakukannya, dan sekian tahun setelah perpisahan yang tidak pernah dibicarakan, setelah semua berlalu dengan begitu menyakitkan, aku mulai menemukan beberapa jawaban.

Teringat aku saat dimana kita terakhir kali bertemu dalam suasana murung itu. Sore yang suram sesuram rasaku yang tidak bisa berkata apa-apa untuk menyatakan perpisahan denganmu, itu dua jam lebih yang menyakitkan tanpa bisa berbicara.

Taman selatan lapangan Musara Alun Takengon, kita tetap dengan dunia kita berdua meskipun ditengah lapangan belasan orang berebut bola, meskipun disudut taman kecil itu banyak pasangan dengan canda serta tawa mereka. Kembali seperti 03 Oktober 2005, hanya ada kita meskipun suasana sendu menggoreskan cakarnya pada tanah yang kita tatap.

Sesaat sebelum beranjak dari sana kau mulai terisak sambil mengeluarkan photo-photo itu, tiga buah photo tentang aku, dirimu serta aku dan dirimu.

Srrrrrrakkkkk “. Tanpa bisa kucegah ketiganya runyah berlapis ditanganmu, beterbangan ditiup angin barat menyisakan debu kertas dan duka berkepanjangan hingga saat ini.

Kau bangkit tanpa sedikitpun usahaku untuk mencegahmu, terisak dan pergi tanpa menoleh lagi hingga kini. Aku kalang kabut dalam pikiranku saat itu hingga topi pet pemberianmu diulang tahunku yang ketujuh belas hilang disana tanpa aku ingat dimana menaruhnya dan siapa yang mengambilnya.
***

14 Mei 2012 ( Pukul 06.02 Subuh )

Kubuka dan kubaca pesan singkat dihandphone-ku :

kak`e ntr mlm ai brangkat ke serbejadi lukup…. do`in ya kak selamat sampai tujuan

Aku balas beberapa kali sampai aku tidak ingat membalas lagi karena saat itu aku sedang dijalan pulang.
***

18 Mei 2012 ( Pukul 01.29 Dini hari )

Nyampe ke sms Kaka`ni….
Hm..
Sekarang mungkin K2 bisa bicara sama Ai pake bhs lbh dewasa,
Sebab dirimu bukan anak2 lagi…
Hm..
Dengar kabar bahwa sekarang dirimu jauh, seperti mendengar kabar aku kehilangan sesuatu.
Aku selalu berfikir.. Setelah sekian tahun apakah semua ini bukan kehilangan ?
Lantas kenapa perasaan itu kembali datang….
BLS secepat mungkin (like along time ago)

Kutunggu jawabanmu beberapa saat, ternyata tidak ada. Mungkin kau lelah setelah seharian mengajar disebuah sekolah di Lukup Serbejadi sana, dimana kau ditempatkan menjalankan bakti profesi sebagai calon guru dari jurusan keguruan yang kau ambil.

Sesaat setelah kukirim pesan itu kutuliskan apa yang kuingat dari kisah kita, dan satu hal Ai….
Aku temukan jawaban kenapa aku masih mengingatmu, karena perasaan ini masih milikmu !
***

12 Agustus 2013


Lupa aku menuliskan kabar terakhir darimu, kau telah bahagia bersamanya sekarang, seingatku telah sekian bulan kau menikah, seingatku aku juga hadir disana hari itu.. Semoga dengannya kau temukan kebahagiaanmu.
***

Sekian
Share this article :
Komentar
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creator Website | Muhammad Zaid Zuhdi | Bandung
Copyright © 2011. BLOGGER TAKENGON - All Rights Reserved
Redaksi Luttawar Menerima Kiriman Tulisan dan Foto dari Pembaca
Kirimkan Tulisan dan Foto Anda Via E-mail | redaksiluttawar[at]gmail.com |