Breaking News

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Ranto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ranto. Tampilkan semua postingan

Penyandang Disabilitas Aceh Utara Disantuni KPA

Written By Unknown on 3 Jan 2014 | 09.32

Luttawar.com
Tgk. Muhammad Yasir menyerahkan bantuan secara simbolis
Aceh Utara-Luttawar.com. Komite Peralihan Acheh (KPA) Pusat hari ini (03/04/13) melakukan pendistribusian bantuan alat bantu kepada penyandang disabilitas yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan sosial ini bekerja sama dengan Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) yang merupakan lembaga sosial penyantun penyandang disabilitas yang berkantor pusat di Lokseumawe-Aceh utara. Adapun bantuan yang diberikan berupa 2 unit becak motor, 2 unit alat bantu berjalan (tongkat ketiak), 2 unit tongkat peraba, 4 paket modal usaha, dan 50 paket nutrisi yang terdiri gula pasir, kacang hijau, minyak goreng, makanan ringan, hyigiene-kit (peralatan kebersihan-red) dan susu kedelai kemasan.
Tgk. Muhammad Yasir selaku Wakil Bendahara Umum Komite Peralihan Acheh (KPA) PUSAT menyerahkan secara simbolis bantuan alat bantu yang diterima langsung oleh Kabid Rehabilitasi Sosial Aceh Utara dalam hal ini Muhammad Jalil, SH yang mewakili Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Utara Drs. Jailani Abdullah MM yang tidak dapat hadir hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Utara pada pukul 10.00 WIB.
Dalam sambutannya  Muhammad Jalil, SH sangat berterima kasih kepada Komite Peralihan Acheh (KPA) Pusat yang telah membantu kegiatan ini dalam pendistribusian untuk wilayah Aceh Utara, karena mengingat jumlah Penyandang Disabilitas sekitar 4000 jiwa diwilayah ini.
" Kami ucapkan ribuan terimakasih atas bantuan bagi penyandang disabilitas ini kepada Komite Peralihan Acheh Pusat mengingat lebih kurang ada 4000 jiwa penyandang cacat di Aceh Utara membutuhkan perhatian secara terus menerus dari pihak berwenang ." Katanya

Tgk Hasanuddin Bin Sabon selaku Bendahara Umum Komite Peralihan Acheh (KPA) Pusat yang diwakili oleh Tgk Muhammad Yasir mengharapkan bantuan yang diberikan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan juga dirawat sebagai modal untuk masa-masa yang akan datang, serta sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini dan juga mengharapkan dapat berkoordinasi dalam setiap kegiatan yang menyangkut dengan permasalahan disabilitas. 

Luttawar.com
Selain dalam kegiatan tersebut pada pukul 11.00 WIB Tgk Hasanuddin Bin Sabon juga Melakukan kunjungan pada kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) “AZURA” dengan jumlah peserta lebih kurang 25 orang anak. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, tinggi badan, berat badan dan juga riwayat didapat kecacatan maupun kebutuhan kesehatan sehari-hari dalam kehidupan. (MF)

Peringati 9 Tahun Tsunami, Komunitas Sastra Lazuardi Adakan Teatrikal dan Zikir Bersama

Written By Unknown on 27 Des 2013 | 00.11

luttawar.com
Teatrikal Generasi Lumpur (Foto:Ist)
Lokseumawe-Luttawar.com. Guna memperingati kembali peristiwa tsunami 26 Desember 2004 silam, Komunitas Sastra Lazuardi (KSL) Lokseumawe, hari ini (26/12/2013) mengadakan aksi teatrikal dan pembacaan puisi serta zikir bersama tepat diseputaran Bundaran Simpang Kuta Blang, Lokseumawe.

"Kegiatan yang diberi nama "Refleksi 9 Tahun Tsunami" ini selain diadakan untuk memperingati musibah besar tsunami setinggi 22 meter yang meluluh-lantakkan Aceh 2004 lalu juga merupakan refleksi dari Aceh sebagai Serambi Makkah yang menyimpan beragam khasanah sosial  budaya dan ideologi agama yang secara utuh serta berkesinambungan menjadi pedoman bagi masyarakat Aceh menjalani kehidupan sehari-hari mereka." Kata Mohammad Febriansyah, Ketua Umum Komunitas sastra yang telah berumur 2 tahun lebih ini dalam pers release yang dikirimkannya via email kepada redaksi.


"Penggarapan teatrikal ini mengangkat sebuah refleksi bukan mereka ulang kejadian tsunami di Aceh." Katanya kemudian masih dalam release tersebut.

Ditambahkan kembali oleh Febriansyah, "jadi kita merefleksikannya dengan tema  garapan Generasi Lumpur, yaitu generasi masyarakat Aceh yang semakin mengalami kemunduran dari berbagai sendi kehidupan, salah satunya moral. Dan ini adalah pandangan kedepan bahwa mau jadi seperti apa bangsa ini jika terus menerus tidak memahami sebuah teguran bahkan dari Allah." Pungkasnya kemudian


Komunitas yang terbentuk pada tanggal 23 Juni tahun 2011 ini hingga kini terus eksis menemani masyarakat Lokseumawe dengan karya-karya fenomenal mereka, Pimen D Aryjona yang berdiri dibelakang sejarah Lembaga dengan basic sastra ini adalah seorang pegiat sastra khususnya puisi. Memulai karir sastranya dengan mengadakan diskusi-diskusi diberbagai tempat diseputaran Kota Lokseumawe mulai dari tahun 2011 hingga sekarang setelah terbentuk dan eksisnya Komunitas yang awalnya hanya beranggotakan 9 orang ini.
 Sejak terbentuk hingga sekarang, komunitas ini telah menyelenggarakan dan mensukseskan berbagai kegiatan, diantaranya yang dapat kami rangkum adalah:
  1. Mengikuti Pagelaran Refleksi Tujuh Tahun Tsunami, di aula KNPI Kota Lhokseumawe pada tanggal 26 Desember 2011.
  2. Mengikuti Workshop Musikalisasi Puisi dan Apresiasi Sastra bersama teman-teman dari Teater Rongsokan, Teater Nol binaan Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Komunitas Seni Seulawah (KSS), Kelompok Musikalisasi Puisi Balai Bahasa Banda Aceh, KOMPI Manado, KOMPI Banda Aceh dan Guru-guru Bahasa dan Kesenian dari berbagai sekolah di Kota Banda Aceh pada tanggal 5 maret 2012.
  3. Mementaskan naskah Lilin-Lilin dalam acara peringatan Hari AIDS se-Dunia yang dilaksanan oleh panitia bersama pada bulan Desember 2012 dan 2013. Ist

Rachmawati Soekarno Minta Film Ayahnya "Soekarno" Dihentikan

Written By Unknown on 13 Des 2013 | 08.06

Rachmawati Soekarno Minta Film Ayahnya "Soekarno" Dihentikan
Soekarno, disutradarai Hanung Bramantyo
dan diperankan oleh Ario Bayu (U-Report)
VIVAlife - Rachmawati Soekarnoputri sangat kecewa ketika rumah produksi Multivision Plus tetap menayangkan film "Soekarno: Indonesia Merdeka" di bioskop sejak Rabu, 11 Desember 2013.
Padahal, salah satu putri Proklamator Indonesia itu sejak jauh-jauh hari meminta agar film berdurasi 2 jam 17 menit tersebut tidak diputar dan diedarkan. Alasannya, film garapan Hanung Bramantyo itu tidak menceritakan sosok Soekarno yang sesungguhnya. 


"Film tentang Soekarno yang digarap Multivision Plus dan disutradarai Hanung Bramantyo tidak sesuai dengan sosok Soekarno asli. Film Soekarno memalukan," ucap Rachmawati saat jumpa pers di Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta, Kamis 12 Desember 2013.

Rachmawati menilai, sejak awal pembuatan skenario film, sudah terjadi pelecehan terhadap sosok Soekarno. Pada penggarap hanya memanfaatkan nama besar Soekarno untuk komersialisasi.

Pemutarbalikkan Fakta
Menurut Rachmawati, yang menjabat Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, film itu tidak menceritakan sosok Soekarno yang sesungguhnya. Dari adegan tangan polisi militer menampar pipi Soekarno beberapa kali, hingga terjatuh ke lantai. "Itu tidak pernah dialami oleh Soekarno," katanya.


Selain itu, dalam film itu terdapat adegan melecehkan sosok sang Presiden yang sedang merayu perempuan di dalam kamar yang mengenakan pakaian seronok.

Banyak hal yang dikritisi Rachmawati. Dalam film itu juga terdapat adegan Soekarno sedang mendiktekan Bung Hatta saat perumusan naskah proklamasi. "Padahal naskah proklamasi dibuat oleh Bung Hatta, bukan Bung Karno. Ini terjadi pemutarbalikkan fakta," kata Rachmawati.

Adik Megawati Soekarnoputri itu sebelumnya sudah melayangkan gugatan ke pengadilan agar film yang menceritakan soal ayahnya dihentikan. Sebab, isi dan cerita dalam film itu merupakan hasil ide dan gagasannya. 

Meski diprotes keras oleh keluarga, tapi pemutaran film ini sudah diputar perdana sejak Rabu kemarin dan hingga kini masih terus diputar di sejumlah bioskop. Laporan: Yoga Kuspratomo | tvOne Jakarta

Perkemi Aceh Tengah Juara Umum Pra Pora Kempo Aceh

Written By Unknown on 9 Des 2013 | 07.50

Sigli – LintasGayo.co: Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Aceh Tengah keluar sebagai juara umum diajang Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra Pora) Cabang Olahraga (Cabor) Kempo, yang berlangsung di Sigli, Kabupaten Pidie, kata pelatih Kempo Aceh Tengah, Edi Syahputra, Senin (9/12/2013) dinihari tadi.
luttawar.com
Atlit Kempo Aceh Tengah
saat akan berangkat mengikuti Pra Pora
di Kabupaten Pidie (Irwan Fauzi | LintasGayo.co)
Keberhasilan Cabor Kempo ini, lanjut Edi sapaan akrab guru SMAN 4 Takengon ini, setelah membukukan medali terbanyak dari Kabupaten lain di Aceh, sejak berlangsungnya pertandingan, mulai 4-8 Desember 2013, di Gor Alun-Alun Kota Sigli.
“Kita berhasil mengumpulkan, 5 medali emas, 6 perak dan 1 perunggu, dan akan pemenang tersebut berhak mengikuti Pora tahun 2014 di Kabupaten Aceh Timur”, ujarnya.
Dirincikan,  untuk peringkat kedua ajang tersebut diraih oleh Kabupaten Bireuen dengan 4 Emas, 3 Perak dan 3 Perunggu, sedangkan diperingkat ke-3, Kota Lhoksemauwe dengan 4 Emas, 3 perak dan 2 perunggu, sedangkan Kabupaten Gayo lainnya, Bener Meriah berada di tempat ke-5 dengan torehan 2 emas dan 2 perunggu. (Darmawan Masri)

10 Tim Ramaikan Liga Futsal PWI Aceh termasuk Tim Wartawan Gayo

Banda Aceh-LintasGayo.co: Sepuluh tim futsal dari organisasi pers dan perusahaan media di Aceh memastikan ikut turnamen futsal bertajuk “Liga Futsal PWI Aceh 2013” memperebutkan piala PWI Pusat, yang dilaksanakan 9 s/d 13 Desember 2013, di Diaz Futsal, Banda Aceh.
Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp.45 juta rupiah tersebut dilaksanakan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Aceh, sebagai ajang silaturrahmi sekaligus untuk memantau atlet-atlet berbakat yang nantinya akan menjadi skuad PWI Aceh dalam menghadapi Porwanas 2016.
“Semoga kita bisa mendapatkan atlet yang baik untuk menghadapi Porwanas ke depan,” kata Imran Joni, Ketua SIWO PWI Aceh yang juga Ketua Panitia Pelaksana.
Ditambahkan Joni, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan Muslim Aiyub, anggota DPRA yang peduli dengan perkembangan olahraga di Aceh. “ Kami sangat berterimakasih dengan kepedulian Muslim Aiyub dengan perkembangan olahraga di Aceh, termasuk dengan PWI, ” katanya.
luttawar.com

Muslim sendiri mengaku akan terus memperhatikan perkembangan olahraga di Aceh, termasuk untuk PWI Aceh, mengingat organisasi wartawan ini mempunyai ajang Porwanas, yang selalu dipertandingkan tiga tahun sekali.
“ Saya bangga dengan keberhasilan PWI Aceh yang telah meraih tiga medali emas dalam dua kali keikutsertaannya di Porwanas, dari cabang catur. Namun saya berharap, cabang-cabang lainnya juga meraih medali, ” kata Muslim.
Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan terus mensuport apapun yang dibutuhkan PWI Aceh, demi untuk peningkatan prestasi olahraga di kalangan wartawan. “Insya Allah saya akan mendukung PWI untuk meraih prestasi di ajang Porwanas,” katanya.
Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman mengharap ajang futsal ini tidak menjadi ajang keributan, meski untuk mengejar prestasi, namun harus tetap mengutamakan sportifitas dan silaturrahmi. “Kapan lagi wartawan se-Aceh bisa berkumpul seperti ini,” kata Tarmilin.
Saifuddin, Seksi Pertandingan pada turnamen ini mengatakan, ke sepuluh tim yang mengikuti turnamen ini antara lain, Tabloid Pos Aceh, Aliansi9 Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Harian Serambi Indonesia, Mingguan Media Nad, PWI Perwakilan Aceh Tengah/Bener Meriah, TVRI Aceh, RRI Banda Aceh, Aceh TV, Harian Waspada dan tuan rumah PWI Aceh.
“ Lima tim lainnya batal ikut karena keterbatasan waktu. Yakni SIWO PWI Sumut, PWI Perwakilan Aceh Timur, PWI Perwakilan Bireuen, PWI Perwakilan Aceh Utara dan Harian Analisa Medan, ” katanya.  (pr)

Eks Pekerja Pelebaran Jalan Siang Ini Blokir Cot Panglima

Written By Unknown on 8 Des 2013 | 02.59

Cut Panglima Bireuen-LintasGayo.co : Puluhan mantan tenaga kerja yang pernah dipekerjakan dalam proses pelebaran jalan di kawasan Cot Panglima Bireuen memblokir jalan tersebut sejak sekitar satu jam lalu. Demikian dilaporkan Idrus Saputra, tokoh pemuda Aceh Tengah yang sedang melakukan perjalanan ke Arah Bireuen, Minggu 8 Desember 2013.


Luttawar.com
Kawasan Cot Panglima: Foto-LK. Ara
Pemblokiran tersebut menurut Idrus yang menggali informasi di lokasi dipicu oleh tidak dibayarnya gaji para pekerja tersebut dengan jumlah sekitar Rp.32 Milyar.
“Kami sudah 1 jam disini tidak diperkenankan melintas baik dari arah Takengon, maupun sebaliknya dari Bireuen. Antrian sudah cukup panjang,” ujar Idrus Saputra.
Dijelaskan, pemblokiran itu juga mengerahkan 3 unit alat berat dan membuat lubang agar kenderaan tidak melintas. Di lokasi juga tampak sejumlah aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan masih terjadi pemblokiran para pekerja tersebut (d’aKa)

International Surfing Di Simeulue, Kenalkan Aceh Pada Dunia

Written By Unknown on 7 Des 2013 | 02.44


Merdeka.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan menggelar event surfing internasional di Pulau Simeulue pada tanggal 21-26 Agustus 2013 mendatang. Menurut informasi yang dihimpun oleh merdeka.com, kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

"Menteri Pariwisata akan membuka even tersebut, menteri telah mengkonfirmasikan pada kami beberapa waktu lalu," kata ketua Panitia International Surfing, Denny, Senin (5/8).

Menurut dia, event internasional yang baru pertama diselenggarakan di Aceh tersebut mendapat apresiasi dan mendukung sepenuhnya oleh Kementrian Pariwisara. 

"Kata menteri, dengan event ini akan membuka pintu gerbang promosi pariwisata yang dimiliki oleh Aceh pada dunia internasional," kata Deny mengutip statemen Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu beberapa waktu lalu.

Kepulauan Semeulu terletak 150 km dari lepas pantai barat Aceh. Kabupaten tersebut terdiri dari pulau Simeulue dan ada 56 pulau-pulau kecil.
Lutawar.com
Surfing ombak tujuh meter. ©AFP

Selain memiliki panaroma yang indah, dan memiliki ombak bagus untuk surfing, Pulau Simeulue juga masih menyimpan beberapa potensi alam lainnya, di antaranya ada Lobster (udang laut) yang memiliki ukuran yang besar.

Bahkan udang lobster tersebut menjadi mata pencaharian warga setempat. Udang tersebut selama ini diekspor ke luar negeri melalui Medan seperti ke Malaysia dan juga Singapura. Bahkan udang tersebut juga dipasok untuk kebutuhan restoran di dalam negeri seperti ke Jakarta dan ke sejumlah wilayah lainnya.

"Aceh International Surfing Championship 2013 menjadi ajang promosi potensi Pariwisara Aceh pada luar negeri untuk mendukung agenda besar Pemerintah Aceh Visit Aceh 2013," tutupnya.

Jumlah peserta yang telah mendaftar, sebutnya, sudah ada 67 peserta yang datang dari berbagai negara, di antaranya ada warga Australia, Prancis, Amerika, Jepang, Thailand, dan Malaysia.

"WNI juga ada yang mendaftar, baik putra asli Aceh maupun luar Aceh," tutupnya. Ist

Membangun Aceh Dengan Ilmu Dan Kebersamaan

Written By Unknown on 29 Nov 2013 | 02.29

Luttawar.com
Mengunjungi perusahaan raksasa seperti Siemen mungkin sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi kita yang awam. tentang bagaimana sebuah Perusahaan raksasa mengatur dan membina perusahaan mereka. Hari ini (28/11/13), saya dan teman-teman sekelas diberi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana proses pembuatan kincir angin raksasa yang dibuat oleh perusahaan Siemen tersebut. 

Pada dasarnya, Siemen mungkin terkenal dengan barang Elektronik, seperti Kulkas, Mesin cuci piring, Kompor dan lain-lain. Tapi tidak banyak yang tahu kalau Siemen juga membuat Kincir Angin. 

Di Denmark sudah tidak asing lagi kalau yang namanya kincir angin ini. Hal ini, dikarenakan di Denmark bukan Siemen saja yang bisa buat kincir angin raksasa ini. Perusahaan Vestas juga terkenal dengan kincir anginnya yang berkualitas sangat tinggi.

Tulisan ini bukanlah untuk mempromosikan Siemen atau untuk kebanggaan diri sendiri karena sudah bisa melihat perusahaan raksasa itu. Tetapi lebih sebagai studi banding dalam pembangunan yang semakin pesat di dunia modern. 

Perusahaan Siemen ini mempunyai 1.600 pekerja yang dipekerjakan secara bergilir dalam 4 bagian, ada yang masuk pagi, siang, malam dan weekend (akhir pekan:Red). Bisa dikatakan pabrik tersebut tak pernah berhenti untuk beroperasi. 

Hal ini karena banyaknya pesanan yang harus disiapkan, dan saya lihat sendiri betapa rumitnya cara pembuatan kincir angin raksasa itu. Kami tidak diizinkan untuk mengambil foto digedung itu. Jangankan digedung produksi, diruang informasi saja tidak diizinkan untuk mengambil foto. 

Saya sendiri tidak tahu kenapa, tapi saya rasa mereka mau melindungi hak paten produk mereka. Perusahaan Siemen yang berada di Aalborg (sebuah daerah di Denmark) ini adalah perusahaan terbesar di dunia dalam hal pembuatan kincir angin.

Walaupun perusahaan ini adalah milik German, tapi hak paten untuk pembuatan kincir angin tetap ada pada orang Denmark. Menurut keterangan orang yang menjadi Guide (Pemandu:Red) kami, satu buah kincir angin yang berkekuatan 2,3 MW (Milyon Watt), harganya mencapai 25 juta DKK (DANISH KRONE, mata uang Negara Denmark:Red), sekitar 54 Milyar Rupiah.

Luttawar.com
Berfoto Bersama Didepan Gedung Pabrik Perusahaan Siemen (Foto:Koleksi Pribadi)

Kincir angin ini bisa bertahan selama 20 tahun, setelah itu besar kemungkinan kipas kincir tersebut harus diganti. Anda bisa bayangkan, dengan kekuatan itu, berapa kampung di Aceh bisa diterangi oleh listrik dengan satu kincir angin saja. 

Kincir angin ini paling bagus diletakkan dilaut atau dipinggir laut, karena didaerah itu angin selalu konstan (berterusan).

Kincir angin yang berukuran besar adalah tipe B.30, 6MW (Milyon Watt) dan beratnya 23,5 ton. Tentu harganya juga lebih mahal dari yang lebih kecil, tapi kapasitas penggunaannya juga besar. 25% listrik di Denmark dihasilkan oleh kincir angin ini, maka bisa kita bayangkan berapa banyak kincir angin yang ada di bumi dan di laut Denmark. 

Dari sistem kerja, mereka begitu menarik. Dimana dalam menjalankan aktivitas kerjanya, mereka tidak kelihatan sibuk seperti yang saya bayangkan. Mereka bekerja sangat santai, hal ini disebabkan karena setiap orang sudah tahu tugas masing-masing dan paham apa yang harus dikerjakan. Perusahaan Siemen juga memiliki cabang di USA, Canada, China, Brazil dan akan membuka cabang baru di Negara India.

Tentu saja mereka menggunakan Lean, Value Stream Maps dan Fish Bone dalam mengerjakan setiap produksi mereka. Karena sistem yang tiga ini memang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Dan, kalau kita mau, sebenarnya sistem ini bisa kita tranfer dalam membangun sebuah negeri atau politik. 

Setelah saya pelajari ilmu ini hampir setahun, dan Insya Allah akan selesai dalam setahun-setengah lagi, maka saya teringat akan apa yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok. Mereka telah mentransfer ilmu dalam sebuah perusahaan (company) untuk membangun sebuah negeri. Mereka benar-benar menerapkan sistem Lean, value stream maps dan fish bone dalam kerja mereka sehari hari. 

Terus bagaimana dengan Aceh, apakah kita orang Aceh asing dengan Sistem Lean, Value Stream Maps dan fish Bone ini?
Jawabannya adalah TIDAK. Karena banyak orang Aceh yang telah lulus sekolah bisnis (ekonomi). Lainlah ceritanya kalau sekolah bisnis disana tidak diajarkan pelajaran Lean, Value Stream Maps dan Fish Bone ini. 

Saya sangat yakin Aceh bisa kita majukan seperti daerah-daerah lain yang telah maju, contoh Makassar ataupun seperti Kota Metropolitran lainnya. Persoalannya hanya pada kemauan, sebab kalau kemauan untuk membangun Negeri Aceh tidak ada, maka jangan bermimpi Aceh akan maju. 

Apa yang kita harapkan adalah, agar Pemerintah Aceh mengajak semua anak-anak Aceh yang punya skill/kemampuan di bidang masing-masing untuk bersama-sama membangun Aceh. Aceh tidak bisa kita bangun dengan Partai atau kelompok. Aceh hanya bisa kita bangun dengan ilmu dan kebersamaan. Kami harap tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita. Salam Damai

Johan Makmor Habib/Denmark
 
Support : Creator Website | Muhammad Zaid Zuhdi | Bandung
Copyright © 2011. BLOGGER TAKENGON - All Rights Reserved
Redaksi Luttawar Menerima Kiriman Tulisan dan Foto dari Pembaca
Kirimkan Tulisan dan Foto Anda Via E-mail | redaksiluttawar[at]gmail.com |